Oke, blog ini sepertinya akan jadi diary pribadi saya.
15 agustus, 2020.
Saya masih dalam hambatan untuk
Mengambil langkah yang lebih jauh dan belum saya lakukan. Entah kenapa dengan intropeksi diri, tak cukup karena egoisme masih bergejolak. Di iringi keraguan diri sendiri, serta masih mengkhawatirkan penilaian orang sekitar.
Mungkin itu bagus punya "teman" yang seperti se enaknya menilai kepribadian dan tingkah laku kita, itu tidak selalu mengganggu. Saya kira itu seperti kontrol sosial untuk diri kita, bagaimana kita dipandang orang orang& agar kita menjaga batasan diri kita supaya tetap menjaga relasi dengan orang sekitar. Walaupun, semua yang kita perlihatkan kepublik, adalah kepribadian "luar" demi beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketakutan akan ditolak masyarakat, dan didiskriminasi memang nyata.
Walau sekalipun punya kepribadian introvert, tapi tetap saja butuh perhatian orang, entah itu langsung mau pun tidak langsung.
Imbas dari ditolak lingkungan sekitar ialah melampiaskan diri dengan memperluas pergaulan dalam sosial media, walau beberapa orang diluar sana, saya yakin ada yang punya opsi lebih baik daripada mencari orang disosial media& menjalin hubungan "teman".
Pada akhirnya manusia hanya mahluk yang butuh pengertian dan kasih sayang dari sesama nya. Saya kira ini bagus tapi dalam waktu yang bersamaan, ini mempertegas jika kita tidak bisa hidup sendirian.
Dasar yang kejam untuk memasuki masayarakat. Harus beradaptasi dan menerima penilaian dari publik, apapun bentuknya. Sebagai bahan intropeksi diri dan sama sama belajar menjadi lebih bijak dan dewasa. Saya kira bijak adalah suatu sifat yang membuat kita merasa aman dan kuat dari penilaian orang lain.

Belum ada tanggapan untuk "catatan 1: Relasi dengan orang sekitar"
Post a Comment