Setelah nonton evangelion, gw merasa jika sifat dan keinginan gw sama dengan shinji. Gw males dan menghindari interaksi personal dengan orang lain, karena gw takut akan timbul konflik. Disini ironinya, gw tetaplah manusia, dengan kondisi mental manusia, gw juga mahluk sosial, dan gw tau betul jika manusia harus bersosial karena itu kebutuhan, bukan pilihan. Akibat dari konsekuensi yang selama ini gw ambil, kemungkinan gw terkenal dipesonalisasi, atau anti sosial disorder. Gw takut keluar rumah atau sekedar berinteraksi dengan orang sekitar, kecuali dengan orang yang benar benar sudah gw anggap dekat. Gw menutup cara agar orang lain masuk ke dunia gw, dan gw hanya membiarkan beberapa orang dekat saja untuk terhubung dengan gw.
Gw tau ini salah, gw harus terhubung dengan semua orang di sekitar gw, karena itu kebutuhan. Tapi gw gak bisa melakukan itu, dan gw beranggapan kalo ini karena kondisi mental gw.
Sekarang gw juga merasa sifat narsistik gw berlebihan di internet. Mencari validasi dari publik, dan itu menyedihkan.
Sekarang gw merasa sudah tau secara garis besar, keadaan gw, dan posisi gw di masyarakat.
Catatan ini untuk gw dimasa depan, jika bertahan 5-10 tahun kedepan, maka lu berarti berhasil menyeselaikan masalah ini. Tapi, jika tidak, gw tinggalkan blog ini untuk jejak digital gw, dan gw berharap ada orang yang menyadari apa yang sebenarnya ada dalam pikiran gw, sebelum gw pergi.

Belum ada tanggapan untuk "catatan 37 : narsistik, self centered, dan depresi. "
Post a Comment