Dalam hal ini, perubahan didasari dari pilar janji,
Entah itu janji ke diri sendiri, atau ke orang lain.
Ya menurut gw ini pengetahuan yang umum.
Dalam konsep "ikigai" jepang, konsistensi menjadi
Sebuah kenikmatan dalam menjalani hidup.
Bagaimana dia hidup.
Yang jadi sisi negatif dari niat awal perubahan adalah
Kegagalan yang terjadi. Umumnya, seorang membuat
Suaty goal/tujuan, dari apa yang dia lakukan
Selama dalam beberapa waktu. Setelah dia mencapai
Tujuan itu, atau setelah goalnya terpenuhi, ada yang
Namanya "self pleasure" menikmati diri sendiri atas
Hasil usaha itu.
Ironinya, dalam beberapa orang, gagal dalam
Menggapai suatu tujuan/goal, maka itu juga berakbat
"Adiktif". Maksud kecanduan disini adalah,
Kecanduan akan rasa kegagalan, dan secara tidak sadar, menanamkan dalam diri, apa yang disebut
Ketidak mampuan, tidak percaya diri.
Percuma, walau membuat goal/tujuan lagi, jika sudah
Adiktif terhadap rasa kegagalan, maka game over.
Disini satu satunya cara keluar dari rasa kecanduan itu,
Adalah perubahan pola pikir dan, atau perubahan drastis lingkungan sosial. Entah itu relasi sosial,
Ataupun keadaan finansial.
Namun sayangnya, bukan jadi pemacu kerja keras,
Terkadang jadi jalan ke pemikiran putus asa,
Yang berakhir depresi.
---
Ya mungkin seperti itu, unek unek gw hari ini.
Dalam pikiran gw kepikiran terus soal
Dampak negatif dari kegagalan konsistensi.
( 8 september 2022, 10:17)

Belum ada tanggapan untuk "catatan 18: korosi berkelanjutan dalam diri. "
Post a Comment