catatan 18: korosi berkelanjutan dalam diri.

Ketika gw mikirin soal "perubahan", maka, harus berpikir dan menyangkut soal konsistensi atau penetapan niat. 
Dalam hal ini, perubahan didasari dari pilar janji, 
Entah itu janji ke diri sendiri, atau ke orang lain.
Ya menurut gw ini pengetahuan yang umum. 
Dalam konsep "ikigai" jepang, konsistensi menjadi 
Sebuah kenikmatan dalam menjalani hidup.
Bagaimana dia hidup.
Yang jadi sisi negatif dari niat awal perubahan adalah
Kegagalan yang terjadi. Umumnya, seorang membuat 
Suaty goal/tujuan, dari apa yang dia lakukan
Selama dalam beberapa waktu. Setelah dia mencapai 
Tujuan itu, atau setelah goalnya terpenuhi, ada yang
Namanya "self pleasure" menikmati diri sendiri atas 
Hasil usaha itu. 
Ironinya, dalam beberapa orang, gagal dalam 
Menggapai suatu tujuan/goal, maka itu juga berakbat 
"Adiktif". Maksud kecanduan disini adalah,
Kecanduan akan rasa kegagalan, dan secara tidak sadar, menanamkan dalam diri, apa yang disebut 
Ketidak mampuan, tidak percaya diri. 
Percuma, walau membuat goal/tujuan lagi, jika sudah 
Adiktif terhadap rasa kegagalan, maka game over. 
Disini satu satunya cara keluar dari rasa kecanduan itu,
Adalah perubahan pola pikir dan, atau perubahan drastis lingkungan sosial. Entah itu relasi sosial,
Ataupun keadaan finansial. 
Namun sayangnya, bukan jadi pemacu kerja keras, 
Terkadang jadi jalan ke pemikiran putus asa, 
Yang berakhir depresi. 
---
Ya mungkin seperti itu, unek unek gw hari ini.
Dalam pikiran gw kepikiran terus soal 
Dampak negatif dari kegagalan konsistensi. 
( 8 september 2022, 10:17)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "catatan 18: korosi berkelanjutan dalam diri. "

Post a Comment

hubungi kami jika ada masalah dalam artikel

My photo
I believe there was nothing after death. And its doesn't matter if you die now or later, but the moment you born, you have to die. Everything doesn't matter, there is nothing.