Gara² jadi pengangguran terlalu lama.
Perubahan sifatnya jadi kek tiba tiba agresif, atau
Banyak melamun. Ini menurut gw mengerikan, karena
Gw juga sudah 3 tahun lebih menganggur dan tidak
Pernah memikirkan soal itu. Maksud gw, gw kadang
Mikirin kesehatan mental gw juga. Cuma kalo
Orang menganggap gw gila, gak kepikiran.
Gw baca dari web kesehatan google, kalo proses
Menyimpulkan bahwa seseorang itu gila adalah dari
2 hal, yaitu secara adat/ prilaku masyarakat sekitar,
Dan secara medis.
Secara adat/ masyarakat sekitar adalah yang menurut
Gw agak,. Menakutkan. Soalnya orang² sekitar yang
Akan menilai prilaku kita , apakah aneh, dan terjadi
Proses menyimpulkan bahwa jika aneh/ janggal, maka
Diartikan gila/stres. Seperti tidak bersifat seperti
Orang² di lingkungan itu. Dan menurut gw ini kejam.
Menyebut seseorang gila, karena sifatnya dianggap aneh oleh mayoritas orang dilingkungan tersebut, bahkan walau mereka bukan kalangan medis.
Penekanan dari orang sekitar inilah, yang membuat semacam tekanan agar bersifat "normal" atau berbaur dengan tetangga/orang sekitar. Dan tidak mencolok, atau berusaha bersifat se-biasa mungkin.
Sementara proses menyimpulkan orang gila secara
Medis, menurut gw lebih logis dan berkemanusiaan.
Secara medis, orang dengan gangguan jiwa,
Mengalami halusinasi kek mendengar suara², atau
Melihat hal yang tidak nyata, melukai diri sendiri/orang
Lain, dsb
Jadi pendefinisian orang gila secara medis lebih clear,
Daripada secara adat atau berdasarkan pada kesaksian masyarakat sekitar.
Mereka hanya membuat patokan "normal" yang
Berdasarkan pada diri mereka sendiri.
Contoh simpelnya mungkin,
Orang di suku pedalaman, yang tidak memakai busana sama sekali, disana mereka "normal",
Tapi ketika tiba² ditempatkan pada lingkungan baru
Seperti perumahan di sebuah desa/kota,
Dengan tidak memakai busana, dia akan
Di klarifikasikan oleh adat dan masyarakat sekitar sebagai " orang gila" yang padahal secara medis tidak
Terpenuhi kriterianya.
Ya, menurut gw tekanan paling besar adalah penilaian
Orang sekitar terhadap diri sendiri.
(3 agustus 2022, 10:09)

Belum ada tanggapan untuk "catatan 15: kesehatan mental"
Post a Comment