Dan banyak kata kata dari dalam manga itu yang terus menerus terulang dalam kepala saya.
" dalam hidup ini, kita hanya diberi 2 pilihan,
Melakukan atau tidak melakukan".
" kebahagiaan orang, kadang berasal dari
Kesedihan orang lain".
" mau jadi orang dewasa macam apapun kamu,
Apapun keputusan kamu, hanya satu yang harus kamu ingat, kamu tanggung sendiri akibatnya".
" kita menuai apa yang kita tanam"
" mimpi itu gratis, semua orang bisa memilikinya,
Tapi jika mimpi kamu terlalu besar daripada kemampuan kamu, kamu akan berakhir dihancurkan
Masyarakat, dan diri sendiri.".
Jadi, setelah membaca tuntas. Banyak pemikiran yang masuk kedalam kepala saya Pemikiran yang brutal, namun realistis. Dan seusai fakta.
Saya jadi inget, saya punya teman online, sebut saja namanya " C " .
Dia adalah teman online saya yang sudah saya kenal dari 2019. Akhir akhir ini, hubungan saya dengan dia kurang baik.
Dan saya menyadari satu hal.
Sepertinya saya sudah menyakitinya. Hal yang ironi adalah, ketika manusia berhadapan satu sama lain,
Ada keinginan egois dari keduanya, yaitu saling menjilati luka satu sama lain, dan secara bersamaan,
Saling melukai tanpa sadar.
Ironinya, ketika salahsatu sudah sakit hati,
Tapi temannya merasa semakin suka, semakin peduli.
Semua tentang kejujuran, harga diri, dan kepekaan.
Ini salahsatu yang saya sadari, setelah membaca manga diatas.
Kita manusia pada akhirnya hanya mahluk manja, egois, dan butuh satu sama lain.
Untuk saling mengobati, namun saling melukai.
Sampai mati.

Belum ada tanggapan untuk "catatan 4,7: intropeksi pemikiran"
Post a Comment