Terlalu menutup diri.
Lalu saya yang berpikir hidup saya hancur, mulai menyalahkan perbuatan
Ayah saya yang pada faktanya, dia awal dari perubahan signifikan kondisi keluarga.
Saya mulai membenci diri saya sendiri yang
Secara fisik, sangat identik dengan ayah saya. Bahkan
Mungkin secara tidak sadar, prilaku saya juga
Seperti prilaku ayah saya.
Apakah tidak ada harapan bagi saya untuk memandang ayah saya seperti dulu lagi?
Sosok yang di kagumi, dan dipercaya untuk
Masa depan saya. Sekarang dihancurkan oleh
Fakta bahwa dia memiliki anak selingkuhan.
Entah kemana dia sekarang, mungkin kabur dengan anak nya yang masih bayi.
Hancur sudah kesan positif saya terhadap ayah saya.
Ini memang konyol, mengingat dari dulu ayah saya
Yang tempramental ,dan selalu menyakiti ibu saya,
Dulu malah saya tidak bisa "melihat" itu,.
Seperti yang saya katakan, dulu saya sangat tertutup terhadap lingkungan sekitar, apa yang terjadi, saya tidak peduli.
Selama saya bisa makan, bisa internetan, itu cukup.
Tapi sekarang saya sadar, bagaimana posisi saya,
Dan apa yang harusnya saya lakukan.
Pada akhirnya mungkin hanya diri sendiri yang bisa
Diandalkan, hanya diri sendiri yang bisa dipercaya.
Dan hanya diri sendiri yang bisa mensupport saya.
Saya belum tau langkah apa yang akan saya lakukan untuk memperbaiki diri saya.
Tahun ini saya menginjak umur 22 tahun (dibulan oktober 2022). Dan ini cukup jadi pengingat bahwa
Saya harus melakukan segalanya atas diri sendiri.
Atas keinginan sendiri, atas usaha sendiri.
Saya masih kurang percaya diri, saya masih pengecut
Dan saya masih harus memaksakan segala hal demi
Kemajuan diri saya.
Saya harap, saya bisa melalui semua ini dengan lancar. Mungkin benar, apapun kata orang lain,
Hujatan apapun, harus saya telan, dan abaikan.
Saya menyadari betapa kerasnya saya harus memulai
Semua ini, demi diri saya, demi orang orang yang
Ingin saya balaskan budinya.
( 3 januari 2022, 14:06)

Belum ada tanggapan untuk "catatan 4: pemikiran awal tahun ini. "
Post a Comment