Dalam kehidupan bermasyarakat ini, uraian opini yang datang pada kita, memang tak dapat dibendung. Entah itu dari teman, dari keluarga, dan ataupun tetangga.
Dalam suatu kondisi dimana opini publik menjadi acuan diri bagaimana untuk bersikap dan bagaimana untuk tidak bersikap.
Penilaian yang acak& berasal dari banyak pemikiran, tak terhindar dari adanya perbedaan opini satu sama lain, yang mengakibatkan kehilangan acuan diri untuk terpaku pada satu penilaian.
Maka dari itu, dalam menyikapi ini sepertinya kita harus lebih menyaring opini orang terhadap kita, dan harus tetap mempertahankan pendirian hasil dari pemikiran diri sendiri, yang dalam artian lain, tidak boleh sangat bergantung pada bagaimana orang lain berpikir tentang prilaku dan karakteristik kita.
Karena tak jarang penilaian yang keliru mencuat dan membuat kita hilang arah pada jati diri sendiri.

Belum ada tanggapan untuk "catatan 1,7 : phobia terhadap opini "
Post a Comment